Kolaka (Portal Kendari) – Perum Bulog Cabang Kolaka menyerap sebanyak 39 ribu ton gabah kering panen (GKP) milik para petani di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk periode Januari hingga November 2025.
Kepala Perum Bulog Cabang Kolaka Deni Narde, saat ditemui di Kolaka, Selasa, mengatakan penyerapan GKP tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dengan membeli gabah mereka dengan harga pokok penjualan (HPP) Rp6.500 per kilogram di tingkat petani dan juga menjaga ketersediaan pangan di wilayah itu.
“Jadi, pada dasarnya ketika ada panen Bulog disampaikan kepada penyuluh pertanian, Dinas Pertanian, atau melalui Babinsa bahwa di situ ada lokasi panen, maka tim Bulog atau tim jemput gabah itu akan melakukan penyerapan di lokasi tersebut,” katanya.
Deni menyebutkan secara rinci serapan 39 ribu ton tersebut dilakukan pada semester pertama, yakni dari periode Januari-Juni pihaknya telah menyerap 28 ribu ton GKP para petani di wilayah tersebut.
“Sedangkan untuk Juli-November saat ini kurang lebih sudah sampai 11 ribu ton,” ujar Deni.
Ia menjelaskan di Kolaka memiliki area persawahan sekitar 14 ribu hektare dengan rata-rata produktivitas hasil panen sekitar lima ton per hektar.
Untuk produksi GKP, petani di Kabupaten Kolaka bisa mencapai sekitar 70 ribu ton dalam setahun.
“Kami itu sudah serap kurang lebih 39 ribu ton atau sekitar 50 persen,” ucapnya.
Deni menambahkan bahwa untuk menampung serapan tersebut, pihaknya telah menyewakan empat gudang baru untuk menampung serapan GKP petani di wilayah itu karena keterbatasan sarana dan prasarana untuk menampung hasil panen.
Penambahan dan penyewaan gudang ini, kata dia, untuk memaksimalkan penyerapan gabah petani di wilayah Kabupaten Kolaka.
“Kondisi yang kami hadapi khususnya Bulog saat ini, kami keterbatasan sarana dan prasarana untuk menampung hasil panen. Untuk itu, perlu revitalisasi gudang-gudang yang ada di Bulog,” ucapnya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini, Bulog Kolaka telah berupaya membangun sinergi dengan pemerintah daerah melalui kerja sama melalui perusahaan-perusahaan yang di Kabupaten Kolaka dalam menyerap gabah petani lokal.
Dengan demikian, program ini dapat berjalan efektif dan mendukung program strategis nasional di Kabupaten Kolaka.
“Kami juga telah coba membangun sinergi dengan pemerintah daerah melalui kerja sama melalui perusahaan-perusahaan yang di Kabupaten Kolaka. mudah-mudahan program ini bisa berjalan,” jelasnya.






