Breaking News
light_mode
Trending Tags

Banjir Bali Terkini: 16 Tewas, 474 Kios Rusak

  • account_circle Sultra Terkini
  • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

[ad_1]

KENDARIPOS.CO.ID–Bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Bali menelan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta fasilitas umum. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 16 orang meninggal dunia akibat banjir yang terjadi sejak awal pekan.

Kepala BNPB, Suharyanto, menyebutkan bahwa banjir kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam 10 tahun terakhir di Pulau Dewata. Empat wilayah paling terdampak adalah Denpasar, Jembrana, Badung, dan Gianyar.

“Bali ini 5–10 tahun baru kali ini banjir besar. Curah hujan mencapai 385 mm akibat fenomena Gelombang Rossby dan Kelvin. Seharusnya sudah masuk kemarau, namun kondisi iklim tidak menentu,” ujar Suharyanto, Jumat (12/9/2025).

BNPB mencatat kerusakan yang terjadi meliputi jembatan, beberapa unit rumah, serta 474 kios dan ruko di Pasar Badung.

16 Korban Jiwa Tersebar di 4 Wilayah

Berdasarkan data sementara, korban jiwa akibat banjir tersebar di beberapa wilayah:

  • Denpasar: 10 orang
  • Gianyar: 3 orang
  • Jembrana: 2 orang
  • Badung: 1 orang

Korban terakhir yang ditemukan adalah Hajah Maimunah (75), warga yang tertimbun reruntuhan ruko di Jalan Sulawesi, Denpasar. Ia dievakuasi tim SAR gabungan pada Kamis (11/9) malam.

Imbauan Waspada

Suharyanto menegaskan, meskipun fenomena badai Rossby dan Kelvin sudah berlalu, masyarakat tetap diminta waspada terhadap dampak perubahan iklim yang sulit diprediksi.

“Cuaca memang sudah mulai terang, tetapi kita harus selalu waspada. Perubahan iklim membuat bencana datang setiap saat tanpa bisa ditunda,” tegasnya dikutip dari detik.com


[ad_2]
  • Penulis: Sultra Terkini
expand_less