Blak-blakan Minta FIFA Hukum Berat Timnas Malaysia, Media Tiongkok Dukung Vietnam – Portal Kendari
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
[ad_1]

Portalkendari.com – Kasus Timnas Malaysia dihukum FIFA, telah menarik perhatian besar media internasional.
Pasalnya, menurut dokumen FIFA, Timnas Malaysia menggunakan 7 pemain naturalisasi ilegal, dalam pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027.
Mereka yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Dalam artikel yang baru-baru ini diterbitkan, Baidu (Tiongkok) menyatakan dukungannya terhadap Vietnam.
Baca juga: PREVIEW Madura United Vs Persija: Skuad Macan Kemayoran Waspada Kebangkitan Laskar Sappe Kerap
Dimana Timnas Vietnam secara langsung mengalami kerugian, ketika harus berhadapan dengan ketujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia
Mengutip Soha.vn menyebut media Tiongkok, kalai kemenangan Timnas Malaysia atas Vietnam di kualifikasi Piala Asia 2027 memang sudah berlalu.
Tetapi situasinya tiba-tiba berubah. Pengumuman FIFA mengonfirmasi FAM telah menggunakan pemain-pemain naturalisasi ilegal.
“Itu bukan sepak bola, itu kecurangan nyata. Hasil pertandingan secara langsung memengaruhi babak kualifikasi, peringkat.”
“Bahkan grup untuk turnamen berikutnya. Jika tim Vietnam meminta agar mereka kalah dari Malaysia, itu adalah permintaan sepenuhnya sah,” tulis media Baidu.
Media tersebut ini masalah aturan dan keadilan. Apalagi sepak bola adalah ujian kemampuan pemain, semua orang harus memulai dari garis start yang sama.
Naturalisasi pemain tidak ilegal dan berlaku di seluruh dunia, asalkan dilakukan sesuai hukum.
Baca juga: PSIM Vs Dewa United Prediksi Skor, H2H dan Line Up: Sama-sama Cari Pelampiasan Terluka Pekan Lalu
Namun, masalahnya terletak pada kata “sesuai hukum”. Beberapa pemain Malaysia kali ini sama sekali tidak memenuhi persyaratan naturalisasi ditetapkan FIFA.
Latar belakang, lama tinggal, dan hubungan darah mereka tidak memenuhi persyaratan, tetapi mereka tetap bergabung dengan tim nasional, bermain, dan mencetak gol.
“Rasanya seperti seseorang menyelinap ke ujian dan mendapat nilai sempurna. Apakah menurutmu siswa lain akan setuju?,” tulis media ini.
FIFA bukanlah organisasi bisa dianggap remeh. Selama beberapa tahun terakhir, semakin ketat dalam memantau pemain naturalisasi, terutama mereka yang terlibat dalam naturalisasi “jalur cepat”.
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





