Cara Buat Lampu Ikan dan Ice Gel Teknologi Bagi Nelayan, Dosen UHO Kendari Ajarkan di Konawe Utara – Portal Kendari
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Senin, 20 Okt 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Mengenal lampu ikan bawah air plus (Underwater Fish Lamp Plus/ UFL+), serta ice gel ( es gel), diperkenalkan Dosen Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari.
Teknologi alternatif untuk memudahkan nelayan mencari ikan dan menyimpan hasil tangkapannya tersebut diperkenalkan di Kecamatan Lasolo, Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dosen juga mengajarkan cara membuat teknologi ini dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Ruang Lingkup Pemberdayaan Wilayah.
Selain dari UHO, PKM, melibatkan dosen Universitas Sulawesi Tenggara ( Unsultra), dan Universitas Muhammadiyah atau UM Kendari, Provinsi Sultra.
Sosialisasi yang diikuti warga dan nelayan berlangsung di Desa Muara Tinobu, Lasolo, Kabupaten Konut, Provinsi Sultra, Sabtu (18/10/2025), untuk periode program, September-Desember 2025.
Ketua Tim Pelaksana, Kobajashi T Isamu SPi MP, Senin (20/10/2025), mengatakan, Underwater Fish Lamp Plus yang disingkat UFL+ adalah lampu ikan bawah air.
Lampu yang dapat diintegrasikan kamera bawah air dan pendeteksi fisikokimia laut ini berfungsi mengumpulkan ikan mendekati cahaya.
Baca juga: Teknologi UFL+ ver.2 Bantu Nelayan Bagan Sulawesi Tenggara, Dikembangkan Dosen UMK dan UHO Kendari
Cahaya, kata Koba, sapaan akrabnya, selama ini dipergunakan nelayan maupun usaha perikanan sebagai penarik perhatian ikan.
“Sehingga ikan mudah untuk ditangkap,” kata Dosen Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Perikanan pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan atau FPIK UHO ini.
Produk UFL+ telah memiliki sertifikat paten sederhana dengan inventor utama Dr Fajriah, sosok dosen Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan atau FPIK UM Kendari.
Sedangkan, ice gel atau es gel adalah teknologi pendinginan alternatif pengganti es balok atau es batu yang bisa digunakan untuk pendinginan ikan dan bahan pangan lainnya.
“Keuntungan es gel yaitu dapat dibekukan berulang-ulang, sehingga dapat menghemat biaya operasional,” jelasnya.
Menurut Koba, cara membuat UFL+ maupun Ice Gel cukup mudah dan murah, bahan-bahannya bisa diperoleh di toko maupun platform daring (online) atau marketplace.
“Bisa dirakit sendiri, bahan-bahannya banyak dijual,” jelasnya.
Untuk lampu UFL+, bahan bakunya yakni lampu LED, rangka besi, pemberat, yang kemudian dirakit menjadi satu komponen.
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





