Cerita Spesies Baru Kadal Buta di Pulau Buton Sulawesi Tenggara, Awal Temuan Saat Ekspedisi Kopassus – Portal Kendari
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
[ad_1]

Portalkendari.com – Cerita penemuan spesies baru kadal buta tak bertungkai (genus Dibamus) di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang diberi nama Dibamus oetamai.
Nama ini sebagai penghormatan kepada mendiang Jakob Oetama, sosok pendiri Kompas Gramedia sekaligus tokoh pers Indonesia, yang berjasa dalam perkembangan jurnalisme di Tanah Air.
Spesies baru ini bersifat endemik Pulau Buton dengan sebaran yang sejauh ini baru diketahui di kawasan Hutan Lindung Kakenauwe dan Hutan Lambusango pada ketinggian di bawah 400 mdpl.
Buton adalah salah satu pulau di Provinsi Sultra, luasnya 4.408 kilometer persegi (km2) atau menduduki urutan ke-130 di dunia.
Terdapat empat kabupaten/ kota di pulau penghasil aspal ini yakni Baubau, Buton, Buton Selatan (Busel), dan Buton Utara (Butur).
Satu kabupaten lainnya yakni Buton Tengah (Buteng) berada di pulau seberang, sedaratan dengan Pulau Muna.
Pulau Buton yang menjadi lokasi penemuan spesies kadal buta bisa diakses melalui jalur laut dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.
Baca juga: Keunikan Hutan Lambusango Buton, Cocok Jadi Lokasi Camping Santai Hingga Eksplor Tempat Keramat
Jaraknya sekitar 208 kilometer (km) atau waktu tempuh 7-8 jam dengan kapal cepat ke Kota Baubau.
Bisa pula diakses sekitar 45 menit dengan pesawat udara dari Bandara Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hutan Lambusango yang menjadi lokasi sebaran kadal buta tersebar di 6 kecamatan se-Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.
Kecamatan tersebut yakni Kapontori, Lasalimu, Lasalimu Selatan, Siontapina, Wolowa, dan Pasarwajo.
Luas hutan kawasan suaka margasatwa ini sekitar 27.700 hektare (ha) dan terletak pada ketinggian 15-780 mdpl.
Sedangkan, Hutan Kakenauwe terletak di sisi barat Teluk Lawele yang secara administratif masuk wilayah Desa Kakenauwe dan Desa Waoleona, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton.
Kawasan hutan yang sudah ditetapkan menjadi cagar alam ini seluas 819 ha, berada pada ketinggian 15-300 mdpl.
Hutan lindung ini bisa diakses dari Kota Baubau dengan perjalanan darat sekitar 1-3 jam.
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





