Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jawa Tengah Kenalkan Batik, Pakaian Adat Saat Pawai Kendaraan Hias STQH di Kendari Sulawesi Tenggara – Portal Kendari

  • account_circle Sultra Terkini
  • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menampilkan kekayaan budaya dalam pawai kendaraan hias Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional 2025 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (11/10/2025).

Kekayaan budaya tersebut berupa corak batik khas Jawa Tengah di badan mobil sebagai bentuk pelestarian dan promosi seni tradisional daerah.

Selain itu, kafilah Jawa Tengah juga menghadirkan pakaian pengantin yang memperkuat pesan keberagaman dan kearifan lokal.

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Imam Bukhari mengatakan kendaraan hias Jawa Tengah mengusung tema Syiar Al Quran dan Al Hadits.

Sehingga desain kendaraan hias menampilkan miniatur Al-Qur’an berukuran besar di atas kendaraan, yang menjadi simbol semangat dakwah dan kecintaan terhadap kitab suci Al Quran.

“Dalam kendaraan hias ini kami padukan unsur syiar Islam dengan kekayaan budaya Jawa Tengah, mulai dari batik hingga pakaian pengantin adat,” ujar Imam Bukhari

Imam menyampaikan Jawa Tengah mengirimkan 21 peserta untuk mengikuti seluruh cabang lomba STQH, didampingi 58 pelatih dan pendamping.

Baca juga: Nama-Nama 76 Dewan Hakim STQH Nasional 2025 Dilantik Menag RI di Kendari Sulawesi Tenggara

Para peserta akan berkompetisi dalam berbagai kategori, diantaranya Tilawatil Anak-anak dan Dewasa, Hafalan Al Quran 1 dan 5 Juz serta Tilawah.

Hafalan Al Quran 10 dan 20 Juz, Hafalan Al Quran 30 Juz dan Tafsir Bahasa Arab, Hafalan 100 dan 500 Hadis, serta Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH).

Ia berharap, seluruh peserta dari Jawa Tengah dapat tampil maksimal dan membawa pulang hasil terbaik.

“Semoga penampilan kami di STQH ini bisa menginspirasi semangat syiar Al-Qur’an, dan bisa memperoleh hasil yang baik,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin berharap, ajang STQH nasional menjadi pijakan Kafilah Jateng untuk melompat pada kejuaraan Tilawatil Quran tingkat internasional.

Sebab, ajang STQH bukan hanya sebatas pada pembacaan tajwidnya, tetapi juga kemampuan untuk memaknai, mengartikan, dan menjelaskan tentang kandungan Al Quran dan hadist.

“Alhamdulillah Jawa Tengah selalu mengapresiasi tentang kajian dan pembelajaran Al Quran, baik yang ada di pondok pesantren maupun yang di lembaga-lembaga lain,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)



[ad_2]

  • Penulis: Sultra Terkini
expand_less