Lokasi Marshalling Area Grup 5 Kopassus TNI AD di Konawe Selatan Sultra, Aktivitas Prajurit – Portal Kendari
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
[ad_1]

Ringkasan Berita:
- Grup 5 Kopassus TNI AD mulai menempati marshalling area sementara di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
- Pasukan dipimpin Brigjen TNI Josep Dat Dariyamanta Surbakti
- Markas Kopassus akan dibangun di lahan seluas 500 hektare di Desa Ambesea dan Desa Lalonggombu
Portalkendari.com, KENDARI – Grup 5 Kopassus TNI AD mulai menempati marshalling area di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Lokasi sementara pasukan tersebut, berada di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Lamong Jaya, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konsel, Sultra.
Jaraknya sekira 51 kilometer dari pusat Kota Kendari, ibu kota provinsi Sultra di Jalan Tebaununggu, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.
Baca juga: Markas Kopassus Akan Dibangun di Ambesea dan Lalonggombu Konawe Selatan, Sempat Dapat Protes Warga
Marshalling area Grup 5 Kopassus TNI AD ini dapat ditempuh 1 jam 18 menit menggunakan motor, ataupun mobil dari Kota Kendari.
Sebelumnya, pasukan baret merah tersebut tiba di Kabupaten Konsel, pada Senin (27/10/2025) lalu.
Mereka disambut Bupati Konsel, Irham Kalenggo beserta jajaran dan masyarakat di rumah jabatannya di Kecamatan Andoolo.
Grup 5 Kopassus TNI AD dipimpin Brigjen TNI Josep Dat Dariyamanta Surbakti, SE., M.Han.
Komando Pasukan Khusus tersebut terdiri 6 batalyon, mulai dari batalyon 51 hingga batalyon 56.
Tim TribunnewsSultra.com berkesempatan bertemu Komandan Batalyon 55, Mayor CBA Karnain Afkar S.IP., Mtr. Mil., pada Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Markas Grup 5 Kopassus Akan Dibangun di Sulawesi Tenggara Awal 2026, Lokasi Pertama Luar Pulau Jawa
Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan, saat ini sedang persiapan pembangunan Markas Kopassus.
Sambil menunggu pembangunan fasilitas utama, para prajurit melakukan berbagai kegiatan adaptasi.
Seperti mempelajari adat istiadat setempat, bersosialisasi, serta membangun komunikasi dengan warga dan pemerintah daerah.
Untuk sementara, latihan masih dilakukan secara mandiri dengan fokus pada pembinaan fisik jasmani.
“Karena fasilitas belum tersedia, aktivitas kami sekarang ini fokus ke pembinaan fisik jasmani dan bersosialisasi dengan masyarakat setempat,” kata dia.
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





