Luka dan Trauma: Kisah Santri Surabaya yang Disiksa Teman Sekamar di Pesantren Lamongan
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Portalkendari.com–Kasus dugaan perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan kembali mencuat. Seorang santri berinisial FAR (14), asal Wonorejo, Surabaya, diduga menjadi korban bullying di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Korban mengalami luka di kepala dan mata serta trauma berat hingga enggan kembali ke pesantren.
Dikutip dari CNN Indinesia.kasus ini mencuat setelah ibu korban, WN (32), melaporkan dua santri yang diduga sebagai pelaku, masing-masing RR (14) dan AA (14), ke Polres Lamongan pada 9 Oktober 2025 dengan dugaan penganiayaan.
Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/313/X/2025/SPKT/POLRES LAMONGAN/POLDA JAWA TIMUR.
Menurut keterangan keluarga, dugaan kekerasan terhadap FAR terjadi sejak September 2024, tak lama setelah ia mulai mondok. Ia kerap menjadi sasaran ejekan dan intimidasi, terutama dari RR yang disebut sering mengambil barang milik korban tanpa izin dan berkata kasar.
Puncak kekerasan terjadi pada 7 Oktober 2025. Saat itu, FAR menegur RR yang diketahui mengambil pakaiannya. Bukannya meminta maaf, RR justru marah dan menantang berkelahi. Perkelahian singkat pun terjadi, di mana AA turut menendang korban sebelum dilerai santri lain. Akibatnya, mata kanan FAR memerah dan penglihatannya terganggu.
“Saya kaget, kok anak saya bisa lebam semua,” tutur WN dengan suara bergetar saat ditemui di rumahnya di Surabaya, Selasa (4/11). Ia mengaku kecewa karena pihak pesantren menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran ringan dan tidak memberikan sanksi tegas kepada pelaku.
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





