Mahasiswa Farmasi UHO Kendari Sulap Limbah Tongkol Jagung Pulut Jadi Bahan Baku Obat – Portal Kendari
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
[ad_1]

TRIBUNNEWSULTRA.COM, KENDARI – Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil mengubah limbah tongkol jagung pulut.
Tongkol jagung pulut menjadi mikrokristalin selulosa (MCC), yaitu bahan penting yang digunakan dalam pembuatan tablet obat sebagai pengikat, penghancur, dan pengisi.
Penemuan tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan para mahasiswa selama empat bulan lamanya, pada Juli-Oktober 2025.
Ketua Tim Penelitian, Putri Anugrah Febrianty mengatakan penelitian dilakukan oleh Tim Mahasiswa Fakultas Farmasi UHO.
Judul penelitiannya “Inovasi Mikrokristalin Selulosa dari Tongkol Jagung Pulut (Zea mays ceratina) asal Sulawesi Tenggara untuk Kemandirian Bahan Baku Eksipien Sediaan Tablet”.
Baca juga: Khasiat Daun Komba-komba, Mahasiswa Farmasi UHO Kendari: Hambat Pertumbuhan Sel Kanker Usus Besar
Menurutnya, selama ini, industri farmasi di Indonesia masih bergantung pada impor mikrokristalin selulosa dalam jumlah besar.
Nilai impornya bahkan pernah mencapai sekitar Rp410 miliar per tahun.
“Melihat kondisi tersebut, tim peneliti berinisiatif mencari sumber bahan alternatif dari dalam negeri,” kata Putri kepada TribunnewsSultra.com, Minggu (19/10/2025).
“Salah satu yang dipilih adalah tongkol jagung pulut, yang selama ini dianggap limbah pertanian dan sering kali hanya dibuang atau dibakar,” lanjutnya.
Putri menjelaskan tongkol jagung pulut ternyata memiliki kandungan serat selulosa tinggi yang dapat diolah menjadi MCC.
Baca juga: Mahasiswa Farmasi UHO Kendari Buat Hidrogel Berbahan Kopi Gandu dan Kemangi, Obat Luka Diabetes
Bahan tersebut selama ini banyak digunakan di industri farmasi sebagai komponen utama dalam pembuatan tablet.
Selain untuk pembuatan tablet obat, hasil olahan MCC dari tongkol jagung juga berpotensi dimanfaatkan untuk produk lain.
Seperti kosmetik padat, suplemen kesehatan, dan bahan biopolimer ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk membuat kemasan biodegradable.
“Alhamdulillah tim kami lolos PKM-RE Tahun 2025 yang diadakan langsung oleh Kemendikbudristek melalu Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan,” ucapnya.
“Tentunya harapan kami penemuan ini dapat mendukung kemandirian bahan baku obat di Indonesia serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor,” harapnya.
Baca juga: Mahasiswa Prodi Magister Farmasi UHO Kendari Edukasi Warga Desa Waworaha Konawe soal Stunting
Untuk diketahui, penelitian ini dilakukan selama empat bulan di Laboratorium Fakultas Farmasi UHO dengan bimbingan Dr Nur Illiyyin Akib, S.Si., M.Si., Apt., serta melibatkan anggota tim Nurma Yunita, Novi Siswanti, Padil Anugrah, dan Qanitah Salsabilah. (*)
(TribunnewsSultra.com/Sri Rahayu)
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





