Mahasiswa Sulawesi Tenggara Beradu Bikin Peta Digital, Uji Kemampuan Analisis Wilayah Rawan Bencana – Portal Kendari
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Sebanyak 10 tim dari empat perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra) beradu kemampuan dalam ajang Mining Competition yang digelar di Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Minggu (19/10/2025).
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) UM Kendari dalam rangka memperingati Milad ke-6 organisasi tersebut.
Empat perguruan tinggi yang berpartisipasi yakni Universitas Muhammadiyah Kendari dan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.
Kemudian Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) serta Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka.
Pantauan TribunnewsSultra.com sekitar pukul 13.00 Wita, tampak para peserta serius mengerjakan peta di laptop masing-masing.
Baca juga: Mahasiswa Farmasi UHO Kendari Sulap Limbah Tongkol Jagung Pulut Jadi Bahan Baku Obat
Setiap tim terdiri dari tiga orang dengan pembagian tugas berbeda, seperti mengumpulkan data daerah dan menyusun peta digital.
Usai proses pembuatan peta, seluruh tim akan mempresentasikan hasilnya di hadapan dewan juri.
Pengumuman pemenang lomba dijadwalkan pada malam puncak Milad HMTP UM Kendari ke-6, Selasa (22/10/2025) mendatang.
Koordinator penyelenggara kegiatan, Rio Wahyu Saputra, mengatakan, kompetisi ini bertujuan melatih kemampuan mahasiswa dalam memvisualisasikan data spasial untuk menganalisis suatu wilayah.
“Empat universitas ini mengirimkan tim dari jurusan Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, dan Teknik Geofisika,” kata Rio.
Kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan teknis mahasiswa, tetapi juga menjadi bekal penting bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja.
Baca juga: Unsultra Fasilitasi Mahasiswa Magang ke Taiwan, Lowongan Terbuka di Sektor Hotel hingga Manufaktur
“Lewat pembuatan peta, mahasiswa bisa menganalisis daerah-daerah yang rawan bencana, misalnya banjir.
Menurut Rio, membuat peta menggunakan ArcGIS bisa dilakukan oleh setiap orang, bahkan di luar jurusan pertambangan.
Hanya saja, dia berpesan agar peserta rutin menggunakan perangkat lunak tersebut sehingga tidak lupa dengan teknik pengoperasiannya.
“Tips dari saya, rajin pegang softwarenya saja, karena kalau tidak digunakan satu sampai tiga hari pasti akan lupa lagi,” ujarnya.
Sebagai informasi, sebelumnya HMTP UM Kendari juga menggelar sejumlah kegiatan sosial dalam rangkaian Milad ke-6.
Baca juga: Cara Melawan Hoaks dan Ujaran Kebencian Dibagikan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UHO di SMAN 3 Kendari
Di antaranya, bersih-bersih masjid dan ruang terbuka publik, pembagian Al-Qur’an, serta seminar regional. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





