Mulai 2026, ChatGPT dan Perplexity Dilarang di WhatsApp: Hanya Meta AI yang Bertahan
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Portalkendari.com–Aplikasi pesan instan WhatsApp, yang berada di bawah naungan Meta Platforms Inc., resmi memperbarui kebijakan API Bisnis mereka dengan melarang penggunaan chatbot AI pihak ketiga di platformnya. Kebijakan baru ini akan berlaku efektif mulai 15 Januari 2026, dan secara langsung menutup akses bagi pengembang AI seperti OpenAI, Perplexity, Luzia, serta Poke yang sebelumnya menghadirkan asisten AI di WhatsApp.
Dilansir dari CNN Indonesia, dalam pembaruan syarat dan ketentuan yang dirilis pekan ini, Meta menegaskan bahwa penyedia atau pengembang teknologi kecerdasan buatan (AI) maupun machine learning, termasuk model bahasa besar (LLM) dan asisten AI serbaguna, tidak lagi diizinkan menggunakan atau mendistribusikan layanan mereka melalui WhatsApp Business API.
“Penyedia AI dilarang keras mengakses atau menggunakan WhatsApp Business Solution untuk menyediakan atau mendistribusikan teknologi AI yang menjadi fungsi utama layanan mereka,” tulis Meta dalam ketentuan terbaru yang dikutip dari TechCrunch.
Kebijakan ini secara efektif menjadikan Meta AI sebagai satu-satunya asisten kecerdasan buatan yang dapat digunakan di WhatsApp. Langkah ini mempertegas strategi Meta untuk mengonsolidasikan layanan AI miliknya dan membatasi ruang gerak kompetitor di dalam ekosistem aplikasinya.
Meski demikian, Meta memastikan bahwa aturan ini tidak berdampak pada bisnis yang menggunakan AI untuk layanan pelanggan. Contohnya, perusahaan travel yang mengoperasikan chatbot untuk menjawab pertanyaan pelanggan tetap dapat menggunakan API WhatsApp secara normal.
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





