Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ratusan Alumni Lirboyo Gelar Aksi Damai Tuntut Chairul Tanjung Minta Maaf soal Tayangan Trans7

  • account_circle Sultra Terkini
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

[ad_1]

Kendaripos.co.id — Ratusan alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri yang tergabung dalam Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Kediri Raya menggelar aksi damai di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Selasa (22/10). Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dinilai telah melukai perasaan para kiai dan santri.

Para peserta aksi menuntut agar pemilik Trans7, Chairul Tanjung, datang langsung menemui para masyayikh Lirboyo untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. “Kami sebagai santri rela menjadi budak bagi orang yang memberikan ilmu, apalagi mondok di Lirboyo, tidak hanya satu atau dua hari,” ujar KH Abu Bakar Abdul Jalil, Ketua Himasal Kediri Raya, di sela-sela aksi, di kutip dari jpnn.com.

Ia menegaskan, pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga adab dan akhlak. “Pondok Pesantren Lirboyo berdiri sejak tahun 1910 oleh KH Abdul Karim. Di sini, kami diajarkan untuk menghormati guru dan menjaga adab. Karena itu, tayangan yang menampilkan pesantren secara tidak pantas tentu melukai hati kami,” tambahnya, di kutip dari jpnn.com.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) yang turut hadir dalam aksi tersebut mengapresiasi sikap damai para santri. Ia menilai aksi ini mencerminkan rasa takzim dan solidaritas santri terhadap para kiai. “Aksi damai ini menunjukkan bagaimana santri sangat menghormati masyaikh mereka. Wajar bila muncul rasa kecewa karena tayangan itu dianggap mem-framing pesantren secara tidak pantas,” ujarnya, di kutip dari jpnn.com.


[ad_2]
  • Penulis: Sultra Terkini
expand_less