Trump Bantah Isu AS Akan Serang Venezuela, Sebut Laporan Media Hanya Berita Palsu
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KENDARIOS.FAJAR.CO.ID — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah kabar yang menyebut pemerintahannya tengah mempertimbangkan serangan militer terhadap Venezuela. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran Caracas atas pengerahan besar-besaran kekuatan militer AS di kawasan Karibia.
Dalam keterangannya di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Jumat (31/10/2025) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa laporan yang beredar di media hanyalah spekulasi yang tidak benar.
“Tidak,” jawab Trump singkat saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan serangan terhadap Venezuela. Dilansir dari detik.com
Sebelumnya, sejumlah media internasional melaporkan bahwa Washington sedang menyiapkan operasi militer di wilayah tersebut. Namun, Gedung Putih menepis kabar itu dan menegaskan bahwa pengerahan militer AS di Karibia semata-mata untuk misi pemberantasan narkoba.
AS diketahui telah mengirim delapan kapal perang Angkatan Laut ke Karibia, mengerahkan pesawat tempur siluman F-35 ke Puerto Riko, dan menurunkan satu gugus tugas kapal induk ke wilayah itu.
Senator Partai Republik Marco Rubio juga membantah isu serangan terhadap Venezuela. Ia menuding laporan media yang beredar bersumber dari informasi palsu.
“‘Sumber’ Anda yang mengaku mengetahui situasi ini telah menipu Anda untuk menulis berita palsu,” tulis Rubio dalam unggahannya di platform X.
Sejak awal September lalu, AS memang melancarkan operasi militer di Karibia dan Pasifik timur dengan dalih memberantas penyelundupan narkoba. Kampanye tersebut telah menewaskan sedikitnya 62 orang, menghancurkan 14 kapal, dan satu kapal semi-selam yang diduga digunakan untuk mengangkut narkotika.
Meski Washington mengklaim operasi itu demi keamanan nasional, sejumlah pengamat menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan ketegangan baru di kawasan. Mereka menyebut serangan terhadap kapal kecil di perairan Karibia berisiko melanggar hukum internasional jika menimbulkan korban jiwa.
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





