Viral Keributan Sopir dan Buruh di Pelabuhan Bungkutoko Kendari, Polisi Beberkan Kronologinya – Portal Kendari
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Kepolisian Sektor atau Polsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Kendari mengurai kronologi keributan di Kawasan Pelabuhan Bungkutoko.
Keributan atau cekcok ini dilakukan oleh buruh bagasi di Pelabuhan Bungkutoko, Kendari, dengan sopir keluarga penumpang, Jumat (17/10/2025), pukul 04.30 Wita.
Lokasi pelabuhan ini terletak di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Jarak Pelabuhan Bungkutoko dengan Polsek KP3 Kendari sekira 5,1 kilometer (km), waktu tempuh 11 menit berkendara.
Markas polisi ini berada di depan Pelabuhan Nusantara Kendari, Jalan Konggoasa, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari.
Baca juga: Pemuda di Wakatobi Sultra Diamankan Polisi Gegara Bawa Senjata Tajam, Hendak Buat Keributan
Keributan keduanya diabadikan dalam video dan viral di media sosial Facebook dan Instagram.
Kapolsek KP3 Kendari, Iptu La Ode Hasmil Hamzah, memaparkan awal mula keributan di kawasan pelabuhan tersebut.
“Awalnya buruh pelabuhan inisial IW (37) melihat mobil warna putih di pintu masuk Dermaga Pelabuhan Bungkutoko, lalu dihampiri dan menanyakan keperluan pengemudi mobil tersebut,” jelasnya, Jumat (17/10/2025).
Usai menanyakan keperluan pengemudi tersebut, IW mendapat informasi bahwa mobil tersebut datang menjemput penumpang yang sakit.
Lalu, IW mengingatkan jika terdapat barang bawaan, hendaknya dikoordinasikan terlebih dahulu dengan buruh bagasi yang bertugas di dermaga.
Baca juga: Polisi Benarkan Video Viral Keributan di Pelabuhan Amolengo Konawe Selatan, Tapi Belum Terima Aduan
Namun, setelah mobil masuk ke area dermaga, sopir tersebut langsung mengangkat barang-barang tanpa berkoordinasi dengan buruh bagasi.
Ternyata, barang yang diangkat bukan hanya milik penumpang yang sakit, tetapi juga milik penumpang lainnya.
Melihat hal tersebut, rekan IW yakni FA menegur sopir tersebut karena tidak melakukan koordinasi dan membawa barang yang bukan peruntukkannya.
IW menyampaikan keberatannya kepada sopir tersebut dan menyarankan agar mengambil/mengurus barang-barang penumpang lainnya melalui prosedur.
Namun, sopir tersebut menolak arahan dengan nada tinggi dan merekam kejadian menggunakan handphone.
Baca juga: Motif Keributan Antartetangga di Lorong Dolog Mandonga Kendari Sulawesi Tenggara
Lalu, petugas Syahbandar inisial SA turut memberikan penjelasan barang yang dapat dimuat hanya penumpang sakit, dan lainnya harus mengikuti jalur penumpang biasa.
Lagi-lagi, sopir tetap bersikeras.
“Akhirnya, setelah diberikan penjelasan ulang oleh IW dan petugas, sopir tersebut memilih keluar dari area dermaga,” tutupnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





