Breaking News
light_mode
Trending Tags

300 Stand UMKM Hasilkan Rp8,1 Miliar Selama STQH Nasional 2025di Kendari Sulawesi Tenggara – Portal Kendari

  • account_circle Sultra Terkini
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Sebanyak 300 stand pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kendari mencatat omzet hingga Rp8,1 miliar selama pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional 2025.

Ajang nasional di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut berlangsung mulai 9-19 Oktober 2025.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Rony Yakob Laute, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil perhitungan dari stand-stand UMKM yang ikut berpartisipasi di kawasan utama kegiatan, yakni Eks MTQ Kendari.

“Dari perhitungan kasar, rata-rata pendapatan per stand sekitar Rp3 juta per hari. Kalau dikalikan 300 stand selama sembilan hari, totalnya mencapai Rp8,1 miliar,” kata Rony saat ditemui di kantornya, Selasa (21/10/2025).

Rony menjelaskan, jumlah stand UMKM yang berpartisipasi sebenarnya lebih dari 300, sehingga kemungkinan omzet yang dihasilkan bisa lebih tinggi dari perhitungan awal.

Baca juga: Raih 3 Juara Harapan STQH Nasional di Kendari, Jawa Tengah Evaluasi Pembinaan Edisi Berikutnya

“Yang saya bisa hitung sekitar 300 booth, sebenarnya lebih dari itu,” tutur mantan Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) ini.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan nasional seperti STQH mampu memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha lokal. 

Penyelenggaraan STQH Nasional 2025 di Kendari merupakan momentum besar bagi Sultra setelah 30 tahun menunggu kesempatan menjadi tuan rumah.

“STQH ini berkah dari langit. Saya sebagai Ketua Pameran UMKM bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan beberapa Event Organizer (EO) menggelar pasar murah, dan efek ekonominya luar biasa,” jelasnya.

Rony menyebut, perputaran uang Rp8,1 miliar tersebut hanya mencakup UMKM yang berjualan di sekitar arena STQH Nasional ke-28. 

Baca juga: Pelaku UMKM Raih Omzet Rp2 Juta per Hari saat STQH Nasional 2025 di Kendari Sulawesi Tenggara

Belum termasuk dampak ekonomi di sektor lain seperti penjualan suvenir, kuliner, hotel, transportasi, hingga wisata di Kendari.

“Kain tenun dan anyaman nentu asal Lohia, Kabupaten Muna, menjadi produk paling diminati selama pameran. Selain itu, produk makanan olahan, kriya, dan kerajinan khas daerah juga banyak dibeli pengunjung,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)



[ad_2]

  • Penulis: Sultra Terkini
expand_less