Bukan Tenaga Kesehatan, Pria di Kendari Buka Jasa Aborsi Ilegal 3 Tahun, Belajar dari Konten Medsos – Portal Kendari
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Seorang pelaku bisnis aborsi di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), S (38), tidak memiliki latar belakang ilmu medis.
S telah menjalankan bisnisnya selama tiga tahun, sejak 2023 di rumah pribadinya, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.
Lokasi praktik pelaku hanya berjarak 3,3 kilometer (km) dari Markas Kepolisian Resor Kota atau Polresta Kendari.
Untuk menjaring pelanggan, S melakukannya secara terselubung atau diam-diam dari mulut ke mulut.
Kepala Polresta Kendari, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Edwin Louis Sengka, mengatakan pelaku tidak memiliki latar belakang medis.
Baca juga: BREAKING NEWS Polisi Bongkar Praktik Aborsi di Kendari Sulawesi Tenggara, Barang Bukti 10 Janin
“S telah menjalankan bisnis selama tiga tahun dan bukan tenaga medis, hanya belajar dari konten media sosial,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Mantan Kapolres Batang ini menambahkan, saat menerima pasien, pelaku memastikan rumahnya kosong dan tidak ada sang istri.
“Hal ini pelaku lakukan agar bisnisnya tidak diketahui sang istri, dan saat ini kami berhasil temukan 10 janin di sekitar rumah pelaku,” tutupnya.
Sebelumnya, polisi mengungkap kasus aborsi di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara saat konferensi pers, Kamis (15/9/2025).
Konferensi pers ini digelar di Markas Polresta Kendari, Jalan DI Panjaitan Nomor 1, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua. (*)
(TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





