Breaking News
light_mode
Trending Tags

Fenomena Flexing di Era Digital: Antara Eksistensi Diri, Motivasi, dan Risiko yang Mengintai

  • account_circle Sultra Terkini
  • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

[ad_1]

Portalkendari.com–Di era digital yang serba terbuka seperti sekarang, fenomena pamer kekayaan atau yang dikenal dengan istilah flexing semakin menjadi sorotan publik, khususnya di kalangan generasi muda. Meskipun perilaku ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru, kemunculannya menjadi semakin masif dan mudah diamati berkat perkembangan teknologi dan media sosial. Flexing adalah cara seseorang menunjukkan bahwa mereka memiliki sesuatu yang berharga baik materi maupun status untuk menegaskan eksistensi diri dan mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar.

Apa Itu Flexing dan Mengapa Orang Melakukannya?

Dilansir dari hellosehat, flexing pada dasarnya merupakan ekspresi kebutuhan psikologis seseorang untuk diakui dan diterima secara sosial. Dalam konteks ini, menunjukkan kekayaan bisa menjadi simbol kesuksesan dan daya tarik. Tidak sedikit orang yang merasa bahwa dengan memperlihatkan barang mewah, gaya hidup glamor, atau pencapaian tertentu, mereka dapat meningkatkan citra diri dan memperoleh perhatian dari orang lain.

Namun, fenomena ini menjadi lebih kompleks ketika didukung oleh kemudahan akses media sosial yang memungkinkan siapa saja untuk memamerkan hidupnya secara real-time. Media sosial membuat batas antara kehidupan pribadi dan publik menjadi semakin kabur. Setiap orang bisa menjadi “idol” bagi pengikutnya, dan dengan mudah membagikan momen-momen yang menunjukkan status sosial mereka. Ini menyebabkan efek domino, di mana orang lain pun terdorong untuk meniru, entah sebagai bentuk motivasi atau demi mengikuti tren agar tetap relevan.


[ad_2]
  • Penulis: Sultra Terkini
expand_less