Breaking News
light_mode
Trending Tags

Karasi dan Gule-gule Khas Wakatobi Ikut Ramaikan Festival Kuliner UMKM HUT Baubau Sulawesi Tenggara – Portal Kendari

  • account_circle Sultra Terkini
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

[ad_1]

Portalkendari.com, BAUBAU – Karasi hingga Gule-gule, khas Wakatobi ikut ramaikan Festival Kuliner UMKM di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (16/10/2025).

Gule-gule adalah makanan tradisional asal Wakatobi yang terbuat dari parutan ubi/singkong yang difermentasi hingga menjadi tepung.

Kuliner tradisional ini biasanya hadir dalam prosesi adat sebagai salah satu makanan wajib.

Karasi adalah makanan khas yang terbuat dari tepung serta gula dengan tekstur renyah.

Kedua kuliner ini hadir serta dijajakan dengan harga yang cukup terjangkau pada pengunjung Festival Kuliner UMKM.

Baca juga: Mengenal Kue Tradisional Karasi Khas Sulawesi Tenggara: Cita Rasa, Sejarah dan Filosofi

Penjual, Siti Fatimah mengatakan telah berjualan sejak pembukaan event dalam rangka HUT Baubau ini.

“Sejak pembukaan kemarin sudah di sini, penjualan lumayan meningkat,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (16/10/2025).

Siti menuturkan Karasi miliknya dibanderol mulai harga Rp15ribu per mika begitu juga Gule-gule.

Kata dia, biasanya jualan miliknya dijajakan di rumah atau dititip di warung-warung.

“Saya berjualan Karasi karena memang berasal dari Wakatobi, dan berjualan ini kurang lebih sudah 10 tahun,” ujarnya.

Baca juga: Karasi, Kudapan Renyah Khas Wakatobi dan Buton Tetap Eksis di Tengah Gempuran Kuliner Modern

Lapak yang digunakan Siti bersama lima pelaku UMKM lokal lainnya serta menjajakan kuliner lokal.

Ia dan beberapa kawan pemilik UMKM mengaku sudah membuka lapak sejak 15 Oktober 2025 serta nanti akan tutup 17 Oktober 2025.

Terlihat abon ikan tuna Rp50ribu per bungkus, bolu Rp30 ribu per kotak, risol Rp10 ribu per mika, dan penyet Rp25 ribu per cup.

“Ini kesempatan bagus, dan berharap lebih meningkat lagi penjualan dan pengunjung untuk mengenal produk- produk lokal,” tutupnya.

Untuk diketahui, tahun ini peringatan HUT ke-484 Baubau serta 24 tahun sebagai daerah otonom.

Baca juga: Ikan Dole Kuliner Khas Buton Sulawesi Tenggara, Renyah dan Lembut Bisa Jadi Camilan serta Lauk

Pelaksanaan di Pelataran Kotamara yang berjarak 1,7 kilometer (km) dengan waktu tempuh 6 menit dari Pelabuhan Murhum Kota Baubau. (*)

(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)



[ad_2]

  • Penulis: Sultra Terkini
expand_less