Kebakaran Bandara Dhaka Ganggu Ekspor Garmen, Kerugian Capai Rp 16 Triliun
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Portalkendari.com–Kebakaran besar yang melanda kompleks kargo di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, telah menimbulkan pukulan telak bagi industri garmen Bangladesh. Insiden yang terjadi pada Sabtu (18/10) itu menghanguskan ribuan ton barang ekspor bernilai tinggi dan menyebabkan kerugian diperkirakan lebih dari 1 miliar dollar AS, setara dengan sekitar Rp 16 triliun.
Api mulai berkobar di area penyimpanan barang ekspor-impor sekitar sore hari dan baru berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah lebih dari 27 jam. Sebanyak 37 unit pemadam kebakaran, serta personel militer dari tiga matra, dikerahkan untuk mengendalikan situasi.
Akibat kebakaran tersebut, operasional bandara utama Bangladesh sempat terhenti total hingga malam hari. Sisa-sisa asap tebal masih tampak pada keesokan harinya, saat petugas melakukan inspeksi kerusakan.
Dilansir dari kompas.com Presiden Asosiasi Eksportir Bangladesh mengungkapkan bahwa kerugian langsung bukan hanya berasal dari barang jadi yang terbakar, tetapi juga dari bahan baku yang musnah. Hal ini diperkirakan akan menghambat produksi dan mengganggu rantai pasokan ekspor selama berminggu-minggu ke depan.
Selain itu, hilangnya contoh produk (sample) turut dikhawatirkan berdampak pada prospek jangka panjang industri, karena dapat menghambat pembukaan pasar baru serta memperlambat negosiasi pesanan dengan pembeli internasional.
Kompleks kargo di bandara Dhaka merupakan pusat logistik vital bagi ekspor Bangladesh, terutama bagi sektor tekstil dan garmen. Sekitar 200 hingga 250 pabrik setiap harinya mengandalkan fasilitas tersebut untuk mengirimkan produk ke luar negeri, dengan volume harian mencapai lebih dari 600 ton kargo.
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





