Pihak Sekolah di Sulawesi Tenggara Akan Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Cegah Keracunan – Portal Kendari
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melibatkan peran langsung pihak sekolah dalam pengawasan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden keracunan makanan di sekolah.
Sebelumnya, dugaan keracunan MBG terjadi di sejumlah daerah di Sultra seperti Kabupaten Bombana, Konawe, Muna Barat, Baubau dan Buton.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Prof Aris Badara mengatakan, kebijakan terkait pelibatan sekolah ini merupakan arahan dari Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, setelah mengikuti rapat bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Nanti kita akan berikan surat terkait keterlibatan sekolah dalam MBG ini. Suratnya sudah akan kita berikan hari ini,” kata Prof Aris saat ditemui di kantornya, di Kendari, Rabu (1/10/2025).
Prof Aris menyampaikan, pihak sekolah akan diberi peran dalam pemantauan dan pengawasan program MBG.
Termasuk kemungkinan mencicipi makanan terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada siswa untuk memastikan keamanan dan kelayakan menu yang disajikan.
Baca juga: Murid SD di Sawerigadi Muna Barat Sakit Perut Usai Santap MBG: Antara Maag dan Dugaan Keracunan
Dikbud Sultra akan segera menggelar rapat singkat dengan seluruh Kepala Cabang Dinas (KCD) untuk membahas soal keterlibatan sekolah.
Hasil rapat tersebut akan diteruskan ke sekolah-sekolah agar mandat dari pemerintah pusat bisa dilaksanakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Sekolah yang tersebar di 2 kota yakni Kota Kendari dan Baubau.
Serta yang tersebar di 15 kabupaten yakni Wakatobi, Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, Muna, Muna Barat, Bombana.
Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur.
“Sekolah tidak hanya sebatas penerima, tetapi juga ikut mengawasi. Kita tidak mau lagi ada kasus seperti yang pernah terjadi di SMAN 7 Baubau,” ujarnya.
Selain itu, Prof Aris menyebut keterlibatan sekolah juga akan mencakup unit-unit yang ada di dalamnya, termasuk Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
UKS akan kembali diaktifkan untuk mendukung program MBG sekaligus membantu pemerintah dalam pencegahan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC) yang kini menjadi atensi pemerintah pusat.
“Dengan UKS aktif, sekolah bisa mendeteksi dini kesehatan siswa sekaligus memastikan standar program MBG berjalan baik,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





