Breaking News
light_mode
Trending Tags

Viral Tren Makan Gurita Hidup-Hidup, Ini Bahayanya Menurut Medis

  • account_circle Sultra Terkini
  • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

[ad_1]

Portalkendari.com–Fenomena menyantap makanan laut mentah bukanlah hal baru di berbagai budaya kuliner dunia. Namun, tren ekstrem seperti mengonsumsi gurita hidup-hidup atau dalam kondisi masih menggeliat memicu kekhawatiran dari sisi medis.

Dalam tayangan perjalanan dan kuliner di beberapa negara, terlihat praktik menyantap potongan gurita mentah yang masih bergerak aktif. Meski dianggap sebagai pengalaman kuliner yang “unik” dan penuh tantangan oleh sebagian wisatawan, para ahli kesehatan memperingatkan potensi bahaya serius dari kebiasaan ini.

Risiko Kesehatan dari Konsumsi Gurita Hidup-Hidup

  1. Risiko Tersedak dan Gangguan Pernapasan
    Salah satu risiko terbesar dari mengonsumsi gurita yang masih bergerak adalah tersedak. Tentakel gurita memiliki daya rekat alami, dan jika dikonsumsi dalam keadaan aktif, bisa menempel di bagian mulut atau tenggorokan. Ini bisa menyebabkan penyumbatan saluran napas dan dalam kasus ekstrem, bahkan kematian.
  2. Infeksi Saluran Cerna Akibat Bakteri
    Karena tidak melalui proses pemasakan, gurita mentah masih mengandung mikroorganisme atau bakteri berbahaya seperti Vibrio, Salmonella, atau E. coli. Ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, mual, muntah, hingga infeksi usus serius.
  3. Keracunan Makanan Laut
    Beberapa spesies gurita atau makanan laut mentah dapat membawa racun tertentu yang tidak hilang jika tidak dimasak. Meski jarang, kemungkinan ini tetap ada, terutama jika tidak ada kontrol kualitas makanan yang ketat.

Tren Budaya vs. Keselamatan

Mengonsumsi makanan laut dalam keadaan hidup memang masih menjadi bagian dari kebudayaan kuliner di beberapa wilayah Asia Timur. Bagi masyarakat lokal, makanan seperti ini bisa dianggap sebagai simbol kesegaran atau keberanian. Namun bagi orang asing yang tidak terbiasa, risiko kesehatannya bisa jauh lebih besar karena tubuh belum tentu memiliki toleransi atau kekebalan yang sama terhadap bakteri lokal.

Saran Medis: Utamakan Keselamatan

Dilansir dari alodokter, ahli kesehatan menyarankan agar konsumsi seafood dilakukan dengan aman, melalui proses pemasakan yang cukup. Memasak tidak hanya membunuh mikroorganisme berbahaya, tetapi juga mengurangi risiko lain seperti alergi dan gangguan pencernaan.

Meski mencoba kuliner ekstrem mungkin terasa menggoda, penting untuk selalu mempertimbangkan aspek keselamatan. Ada banyak cara untuk menikmati makanan laut segar tanpa harus mengorbankan kesehatan.(*)


[ad_2]
  • Penulis: Sultra Terkini
expand_less