Breaking News
light_mode
Trending Tags

Waktu dan Durasi Tidur Siang yang Tepat agar Tidak Mengganggu Tidur Malam

  • account_circle Sultra Terkini
  • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

[ad_1]

Portalkendari.com–Di tengah ritme hidup modern yang serba cepat, tidur siang sering kali dianggap sebagai kemewahan, bahkan dikaitkan dengan kemalasan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidur siang justru bisa menjadi salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan konsentrasi, dan memulihkan energi.

Menurut data dari organisasi kesehatan tidur internasional, tidur siang dapat mengembalikan kewaspadaan, meningkatkan suasana hati, serta memperbaiki performa kognitif. Bahkan, tidur siang beberapa kali dalam seminggu disebut dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Kapan Waktu Terbaik untuk Tidur Siang?

Para ahli menyarankan bahwa waktu optimal untuk tidur siang adalah antara pukul 13.00 hingga 15.00, tergantung pada jam bangun pagi seseorang. Ini karena sekitar waktu tersebut, kadar gula darah dan energi tubuh mulai menurun secara alami, terutama setelah makan siang.

Berikut rekomendasi waktu tidur siang berdasarkan jam bangun:

  • Bangun pukul 06.00 → Tidur siang ideal: 13.30
  • Bangun pukul 07.00 → Tidur siang ideal: 14.00
  • Bangun pukul 07.30 → Tidur siang ideal: 14.30

Tidur siang yang dilakukan pada waktu yang tepat akan memberikan manfaat maksimal tanpa mengganggu pola tidur malam.

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Ideal?

Durasi tidur siang juga menentukan manfaat yang diperoleh. Waktu yang disarankan adalah 20 hingga 30 menit. Tidur siang yang terlalu lama justru bisa menyebabkan “sleep inertia”, yaitu perasaan pusing atau linglung setelah bangun tidur.

Tidur siang singkat (power nap) selama 20–30 menit telah terbukti dapat:

  • Meningkatkan fokus dan kewaspadaan
  • Mengurangi stres dan kelelahan
  • Meningkatkan suasana hati dan produktivitas

Tidur Siang dan Kesehatan Jantung: Apa Kata Penelitian?

Sebuah studi besar yang dilakukan oleh para peneliti di Swiss terhadap lebih dari 3.400 orang tanpa riwayat penyakit jantung mengungkapkan fakta menarik. Dalam kurun waktu lima tahun, mereka mencatat 155 kasus terkait penyakit kardiovaskular.


[ad_2]
  • Penulis: Sultra Terkini
expand_less