Aksi Demonstrasi di Depan Bandara Betoambari Baubau, Massa Tutup Jalan Pakai Tanah Timbunan – Portal Kendari
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Senin, 29 Sep 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
[ad_1]

Portalkendari.com, BAUBAU – Unjuk rasa berlanjut di depan Bandara Betoambari, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (29/9/2025).
Massa aksi bahkan menutup akses ke bandara dengan meletakkan tanah timbunan dan membakar ban.
Mereka membuka terpal serta menduduki pintu masuk.
Bebatuan bersebaran serta asap pembakaran terlihat mengepul.
Untuk diketahui, aksi demo ini dilakukan warga Kelurahan Lipu dan Katobengke, Kecamatan Betoambari.
Baca juga: Aksi Demo di Bandara Betoambari Baubau Sulawesi Tenggara, Massa Bakar Ban dan Blokir Pintu Masuk
Warga, La Asa mengatakan aksi demonstrasi yang dilakukan pihaknya setelah mediasi bersama Pemerintah Kota Baubau.
“Awalnya pemerintah mengatakan tidak pernah terjadi pembayaran di lokasi bandara. Namun hal itu, terpatahkan dengan pernyataan wali kota, tahun 2008 itu wali kota pernah menjadi pelaku kontraktor saat itu, dan saat itu terjadi bayar membayar (ganti rugi) terhadap pemilik lahan,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat masih menuntut lahan-lahan yang belum terbayarkan.
Mereka sudah selalu mengunjungi Pemerintah Kota dan DPRD Kota Baubau, tetapi tidak ada kejelasan.
“Sebab itu kami turun dengan aksi jilid tiga untuk menuntut hak-hak masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: BREAKING NEWS 558 Polisi Dikerahkan Amankan Demo September Berdarah Randi-Yusuf di Kendari
La Asa juga membeberkan belum ada berita acara hasil mediasi yang diterima hingga saat ini.
Namun pemerintah menyarankan agar masyarakat memiliki sertifikat dan akan berkoordinasi bersama Kementerian Perhubungan.
Sengketa tanah Bandara Betoambari menjadi polemik, sebab beberapa lahan warga diduga masih belum dibayarkan.
Sebelumnya, aksi demonstrasi juga terjadi dengan memblokade pintu Bandara Betoambari, Rabu (24/9/2025).
Aksi ini kembali dilakukan sebab tidak adanya kejelasan dari mediasi bersama Bandara Betoambari dan Pemerintah Kota Baubau.
Baca juga: Aksi Demo Petani Kolaka Timur Sulawesi Tenggara Tuntut Harga Gabah Tak Sesuai Inpres, Respons DPRD
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini






