Breaking News
light_mode
Trending Tags

Belajar Sambil Dengerin Musik: Efektif atau Malah Bikin Gagal Fokus

  • account_circle Sultra Terkini
  • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

[ad_1]

Portalkendari.com–Mendengarkan musik saat belajar sudah menjadi kebiasaan bagi banyak pelajar dan mahasiswa. Namun, apakah kebiasaan ini benar-benar membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, atau justru menjadi pengalih perhatian yang merugikan?

Pendapat masyarakat dan para ahli terbagi dua. Sebagian orang merasa lebih fokus dan termotivasi saat belajar ditemani musik, sementara sebagian lainnya justru merasa sulit berkonsentrasi karena terganggu oleh suara latar.

Lalu, mana yang benar? Mari kita bahas dari dua sisi: manfaat dan kerugiannya.

Manfaat Belajar dengan Musik

Dilansir dari osc.medcom.id, berikut beberapa manfaat belajar sambil mendengarkan musik:

  1. Meningkatkan Mood dan Motivasi
    Musik memengaruhi sistem limbik dalam otak, yang mengatur emosi dan memori. Mendengarkan musik, terutama yang upbeat dan menyenangkan, dapat membuat suasana hati menjadi lebih baik. Dalam kondisi mood positif, seseorang cenderung lebih semangat dan termotivasi untuk belajar.
  2. Merangsang Hormon Dopamin
    Musik dapat memicu pelepasan dopamin hormon yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi. Hal ini membuat belajar terasa lebih menyenangkan, bahkan ketika materi yang dipelajari cukup berat.
  3. Meningkatkan Daya Ingat
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik tertentu dapat membantu otak mengaitkan informasi dengan ritme atau nada, sehingga lebih mudah diingat. Bahkan, ada riset yang menyatakan bahwa retensi informasi bisa meningkat hingga 60% dalam konteks tertentu.

Kerugian Belajar sambil Mendengarkan Musik

  1. Menurunkan Konsentrasi
    Saat belajar dan mendengarkan musik bersamaan, otak harus membagi perhatian antara dua rangsangan: suara musik dan materi pelajaran. Hal ini bisa menyebabkan overload informasi dan menurunkan kemampuan otak untuk fokus.
  2. Melewatkan Detail Penting
    Musik dengan lirik atau irama cepat cenderung mengganggu pemrosesan informasi, terutama saat belajar hal-hal yang memerlukan pemahaman mendalam seperti matematika atau membaca teks panjang. Akibatnya, detail-detail penting bisa terlewat.

Jenis Musik dan Volume Juga Menentukan

Tidak semua musik memiliki efek yang sama. Musik instrumental tanpa vokal, seperti musik klasik, lofi hip hop, atau suara alam (rain sound, ocean waves), cenderung lebih mendukung konsentrasi.

Sebaliknya, musik dengan lirik kompleks atau volume tinggi seperti rock, pop, atau EDM bisa lebih banyak menimbulkan gangguan daripada manfaat.

Jadi, Apakah Belajar dengan Musik Disarankan?

Jawabannya: tergantung pada preferensi dan kondisi pribadi masing-masing.
Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Jika musik membuat Anda lebih tenang dan fokus, silakan lanjutkan. Namun jika justru membuat Anda teralihkan, lebih baik belajar dalam keheningan.

Tipsnya:

  • Gunakan musik instrumental atau white noise saat belajar.
  • Hindari musik dengan lirik saat menghafal atau membaca.
  • Atur volume agar tidak lebih keras dari suara pikiran Anda sendiri.
  • Lakukan eksperimen kecil: bandingkan hasil belajar dengan dan tanpa musik.

Kesimpulan

Belajar dengan musik bisa membantu, tapi juga bisa mengganggu semuanya tergantung pada jenis musik, kondisi belajar, dan kepribadian Anda sendiri. Cobalah berbagai pendekatan dan temukan kombinasi terbaik untuk meningkatkan konsentrasi, memahami materi, dan tentunya, menikmati proses belajar.(*)


[ad_2]
  • Penulis: Sultra Terkini
expand_less