Gen Z dan Milenial Dominasi Investor Pasar Modal di Sulawesi Tenggara, Tips Memulai Investasi – Portal Kendari
- account_circle Sultra Terkini
- calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Sebanyak 83,84 persen dari 104.976 total investor Pasar Modal di Sulawesi Tenggara (Sultra) berasal dari kalangan gen Z dan milenial.
Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI per Agustus 2025, kedua kalangan ini memiliki nilai aset sebanyak Rp175,77 miliar.
Sedangkan dari kalangan baby boomer sebanyak 5,71 persen dengan nilai aset sebesar Rp397,05 miliar.
Dari segmentasi pekerjaan, 31,36 persen investor bekerja sebagai pegawai negeri, swasta, hingga guru.
Sementara 23,61 persen lainnya masih berstatus sebagai pelajar.
Baca juga: Cara Investasi yang Benar Diajarkan ke ASN Konawe & Relawan PMI Sultra, Dorong Literasi Pasar Modal
“Dominasi gen Z ini suatu hal yang positif menurut kami, dan cukup menggembirakan,” kata Kepala Unit Layanan Pelanggan KSEI, Abdul Azis Albakkar, Kamis (18/9/2025).
Generasi muda dinilai lebih adaptif, sehingga literasi digital dan kemampuan membaca informasi saham jauh lebih tinggi.
Tak heran, jumlah serapan generasi Z dan milenial dalam Pasar Modal terbilang besar dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.
Kepala Bursa Efek Perwakilan Sultra, Bayu Saputra menyebut, generasi muda cenderung menunjukkan perilaku flexing dengan bermain saham.
Selain itu, investasi di Pasar Modal juga dianggap lebih terjangkau oleh gen Z jika dibandingkan dengan emas.
Baca juga: Antusias Relawan PMI Sulawesi Tenggara Ikut Sekolah Pasar Modal Level 1 Bursa Efek Indonesia
“Menurut mereka lebih murah dan terjangkau, termurah ada Rp10 ribu per satu lot, ini lebih murah jika dibandingkan dengan emas,” ujarnya.
Lima Daerah Investor Terbanyak di Sultra
Dari 17 kabupaten dan kota se-Sultra, Kota Kendari menempati posisi pertama investor terbanyak berjumlah 26.555 orang dengan aset mencapai Rp673,44 miliar.
Disusul Kabupaten Kolaka 14.482 investor dengan aset Rp120,73 miliar, dan Kabupaten Konawe Selatan 10.525 investor dengan aset Rp16,60 miliar.
Peringkat keempat dari Kabupaten Konawe sebanyak 10.046 investor dengan aset Rp29,98 miliar.
Baca juga: BEI Sultra Catat Kinerja Pasar Modal 2022 Tunjukkan Tren Positif, Investor Baru Bertambah 4.332
[ad_2]
- Penulis: Sultra Terkini





